PT. Anugerah Parahiyangan Gemilang

Pematangan lahan Atau Inspeksi Maturitas Secara Umum merupakan Kegiatan lapangan fisik berfungsi sebagai Pekerjaan tanah sesuai dengan keperluan konstruksi dan pembangunan. Dengan melibatkan beberapa peralatan yang memiliki kategori Berat (Alat Berat) Pematangan lahan dapat dilakukan dengan Syarat sebagai berikut, Yaitu:

  • Adanya Area Yang dikerjakan
  • Tersedianya Design Cut and Fill dan Rquest Level (RL)
  • Elevasi Rencana Berbagai Kavling dan beda tinggi tanah
  • Melakukam Monitoring dan Implementasi perencanaan
  • memastikan Ketersediaan tanah buang dan gali efektif
  • Pematokan Atau Staking Out kavling Termasuk Area jalan saluran dan rencana lain
  • Survey Akhir Atau As-builts Survey
  • Melakukan Laporan berkala selama proyek berlangsung hingga akhir.

Definisi Pematangan Lahan:

Definisi Pematangan lahan dapat  secara umum terkait: perencanaan, pembentukan lahan (cut & fill atau galian dan timbunan atau pengurugan), perataan tanah, perlengkapan prasarana, penataan persil, pengadaan sarana lingkungan, penentuan batas- atas persil (Boundray Area), pengukuhan status legal. 

Berfungsi Juga untuk meminimalkan situasi kegagalan konstruksi, dengan adanya lahan yang tersedia memungkinkan para kontraktor melakukan pemasangan posisi tepat pada lahan yang sudah tertata dengan baik, Baiknya saat pelaksanaan penataan lahan dengan peralatan tambahan untuk mendukung posisi dan elevasi tersebut dalam hal pekerjaan Fisik nantinya Seperti Alat ukur Real Time Kinematika (RTK), Total Station dan Levelling atau Waterpass.

 

Land Clearing adalah seluruh rangkaian kegiatan pembersihan, pembukaan, dan penyiapan lahan mentah dari vegetasi atau hambatan alami hingga menjadi area yang siap pakai untuk proyek perkebunan, pertambangan, maupun konstruksi.

Cut and fill atau gali-uruk adalah metode konstruksi untuk meratakan permukaan tanah dengan cara menggali bagian yang tinggi (cut) dan menimbun bagian yang rendah (fill).

Tujuan Utama
– Meratakan Lahan: Membuat kontur tanah yang tidak rata menjadi datar atau sesuai rencana pembangunan.
– Stabilitas Struktur: Memastikan fondasi bangunan, jalan, atau bendungan berdiri di atas tanah yang padat dan aman.
– Efisiensi Biaya: Menggunakan tanah hasil galian di lokasi yang sama untuk pengurugan (balanced site) sehingga menekan biaya angkut.

Tahapan Pekerjaan
– Survei dan Pengukuran: Memetakan kontur tanah asli (existing) menggunakan alat ukur seperti theodolite atau waterpass.
– Perencanaan Desain: Menghitung volume galian dan timbunan serta merancang elevasi akhir lahan.
– Pembersihan Lahan (Land Clearing): Menyingkirkan pepohonan, akar, atau sampah dari area kerja.
– Penggalian (Cut): Mengeruk tanah di bagian yang lebih tinggi menggunakan alat berat seperti ekskavator.
– Penimbunan dan Pemadatan (Fill): Memindahkan dan menimbun tanah ke area yang rendah, lalu memadatkannya berlapis-lapis

Jasa Gelar Urugan dan Pemadatan Material Jawa Barat

Jasa yang kami maksud dalam hal ini yaitu pemadatan dengan alat berat. Alat-alat yang biasa Kami pakai dalam pemadatan timbunan urugan yakni Vibro Roller Compactor dan juga Tandem Roller/Wales yang terkadang juga di sebut dengan mesin giling tanah

Mengetahui volume urugan tanah yang dibutuhkan penting untuk menghitung jumlah truk yang dibutuhkan untuk mengurug tanah.

Rumus menghitung volume urugan tanah adalah panjang x lebar x tinggi. 

kebutuhan volume urugannya ditambah penyusutan urugan(rata-rata 25%) adalah

luas tanah 120 m2 x 1,25 % (vol urugan + penyusutan)

Belum termasuk material urugan cek harga disini atau hubungi kami 

Cara Hitung Borongan  

– Volume kebutuhan x 1.25

– Harga Jenis Material Urugan

– Koordinasi dengan masyarakat atau kemananan sekitar proyek